Kapan Harus ke RS??? (Tanda-tanda Melahirkan)

3:09 PM Dewi 2 Comments

Kehamilan pertama kebanyakan bingungnya. Makanya musti rajin-rajin tanya. Salah satu yang ngebingungin tanda-tanda melahirkan, misalnya kontraksi. Kayak apa sih kontraksi itu? Apa kayak pengen pup? atau seperti sakit mens? Alhamdulillah selama ini aku gak pernah sakit kalo mens, tapi jadi bingun kayak apa sih sakit mens itu.

Dari hasil konsultasi ku dengan DSOG langganan Dr. Mudhofir di RS Harapan Kita, tanda -tanda melahirkan dan kita harus segera ke rumah sakit kalo:
1. Kontraksi (perut terasa kencang) setiap 5-6 menit dalam sejam.
2. Keluar darah (flek)
3. Keluar/merembes air ketuban (pecah ketuban)

Kalo dari childbirth class yang di ikutin Ajeng di Melbourne (thx for sharing yah sis), tanda-tanda melahirkan antara lain:
A: kontraksi 5-20 minutes ===> pembukaan 0-4 cm (8-16 jam)
- keluar gumpalan kaya waktu mens
- berasa mau pup
- kemungkinan water broke (pecah ketuban)
diatasi dengan: keep eating n drinking, move around, empty bladder tiap 2 jam
B: kontraksi 3-7 minutes ===> pembukaan 4-8 cm (3-5 jam)
- kontraksi kuat
- water broke sakit punggung
- sakit perut kaya mau mens
diatasi dengan : ambil nafas dalem-dalem, focus, kompres pake hot/cold pack, ganti-ganti posisi
C: kontraksi 2-3 minutes ===> pembukaan 8-10 cm (1/2-2 jam)
- strong kontraksi
- double peaks
- urge to push
- intense tiredness
- muntah/eneg
- gemeter
diatasi dengan :position change, massage back, believe in ur body, cool flannel on face or neck
D: kontraksi 2-3 menit ===> pembukaan penuh
- kontraksi space out, may last longer
- pain less intense, more pressure
- strong urge to push
- streching n burning as baby's head moves down
diatasi dengan : push with contractions, rest between, cool washer/spray to face and neck.
Saatnya ke RS kalo sudah memasuki tahap B.

Walo masih bingung, tapi udah tau deh kira-kira seperti apa hari H itu. Yang penting banyak doa agar persalinannya dimudahkan dan dilancarkan agar melahirkan bayi yang sehat dan sempurna. Jangan lupa juga relaksasi dan jangan sampe tegang dan panik.

2 comments:

Happy 1st Anniversary

2:16 PM Dewi 2 Comments


Gak berasa banget kalo satu tahun pernikahan udah kelewat. Jalan gak pernah lurus, ada aja rintangannya. Berantem udah jadi bagian, tapi bukan brarti kami gak saling sayang. Justru lewat konflik kami makin nemuin arti kehadiran masing-masing sebagai suami-istri.

Belum ada rencana istimewa untuk hari ini. Soalnya dalam waktu dekat kami punya hari yang super istimewa yang sangat wajib untuk diperingati. Apalagi kalo bukan kehadiran putra pertama kami. Buah cinta kami.

Yang jelas ada satu hal yang sangat ingin aku lakuin. Mencium tangan suamiku dan meminta maaf atas semua kesalahan ku slama ini. Baik yang disengaja dan tidak di sengaja. Sering kali aku khilaf, terlalu cemburu, manja dan curiga. Maafkan aku suami ku.

Rasulullah bersabda, "Aku melihat neraka dan kebanyakan penghuninya adalah wanita." Mereka bertanya, "Mengapa wahai Rasulullah?" Rasulullah saw menjawab, "Mereka banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan suami." (HR Bukhari dan Muslim)

2 comments:

Bawa Apa ke RS??? (Persiapan Melahirkan)

1:34 PM Dewi 0 Comments

Sejak kehamilan memasuki 7 bulan, pepi Diet udah wanti-wanti aku untuk menyiapkan tas yang akan dibawa ke rumah sakit. Dasar bandel, tetep aja akhirnya aku kerjain pas akhir-akhir bulan ke delapan. Alesannya, baju baby-nya belum dicuci karena belum ada lemari untuk naronya.

Nah, berhubung tas udah beres smua, jadi aku share isi tas yang aku bawa untuk ke RS nanti. Kali aja ada yang bingung mau bawa apa aja. Aku juga sempet bingung kok, tapi berkat buku Melahirkan Tanpa Rasa Sakit yang ditulis Ibu Evariny Andriana aku jadi ada bayangan musti bawa apa aja.

Berikut barang bawaanku yang masuk ke dalam 2 tas mungil
Perlengkapan ibu:
1. Kain panjang
2. Peralatan mandi (sabun, odol, sikat gigi, shampo)
3. Sandal rumah
4. Celana dalam katun
5. Bra menyusui
6. Daster/baju tidur dengan kancing/bukaan depan untuk persiapan menyusui
7. make up dasar (bedak, lip gloss, sisir), persiapan di jenguk teman biar gak terlihat kucel
8. Baju untuk pulang dari RS, aku pilih yang agak longgar, terusan dan berkancing depan. Tapi bukan daster lho...
9. Breastpad
10. Pembalut
11. Notes + pulpen, untuk buat catatan harian selama di RS
12. Kamera
13. HP
14. Breastpump
15. Gurita ibu
Perlengkapan bayi:
16. Baju bayi untuk pulang dari RS lengkap dengan topi, sepatu dan sarung tangan
17. Selimut/gendongan bayi.
Baju bayi selama di RS biasanya disediakan oleh pihak RS, tapi sebaiknya di confirm dulu dengan pihak RS apakah RS menyediakan atau tidak.

Gak sabar nih.

0 comments:

Q&A: Kehamilan, Pijat Payudara, Mastitis & Abses

1:01 PM Dewi 0 Comments

Intro: Gak percuma banget gabung di milis asiforbaby dan sehat. Bisa memuaskan keingintahuan tentang kesehatan, sebelum konsultasi dengan dokter. Bisa jadi smart parent yang rasional dalam penggunaan obat. Di bawah ini, Q yang aku tanyain dan summary dari A yang dijawab dengan sangat memuaskan. Makasih Mom Lutvita, mama Syifa & Faiz, mom Ade N, mom Dian N dan Mom Mia

Questions:
Dear Docs, moms and SPs

Sebelumnya aku ngucapin banyak terima kasih buat semua ilmu yang aku dapet lewat milis ini.

Sekarang aku sedang hamil pertama 35 minggu. Perkiraan dokter, due date melahirkan pada mid august. Sampai saat ini PDku belu mengeluarkan ASI/kolostrum. Padahal PD teman ku sudah mengeluarkan cairan sejak kehamilan 5 bulan. Wajarkah yang aku alami?

Perlukah aku melakukan pijat PD? Aku pernah pijat pd sendiri , tapi kok perut rasanya jadi kencang. Jadi aku segera berhenti pijat karena takut mengalami kontraksi.

Pada usia kehamilan ku, perlukah aku mengkonsumsi Prolacta yang katanya mengandung AA dan DHA. Semua temanku menganjurkan aku untuk minum prolacta, tapi waktu aku konsultasikan ke dsog, beliau sampai sekarang tidak meresepkan prolacta.

Apa sih yang dimaksud dengan mastitis? Apa pula yang dimaksud abses? Kenapa bisa terjadi mastitis dan abses? bagaimana menghindarinya??? dan kalau terjadi, bagaimana mengatasinya? Kakakku dulu pernah mengalami abses pada saat menyusui anak pertamanya hingga pdnya dibolongi oleh dokter untuk mengeluarkan nanahnya. Perlukah tindakan itu? Terus terang dengar cerita kakakku bikin merinding juga. Jadi aku ingin mencari tau lebih banyak agar bisa menghindari peristiwa yang sama.

Maaf kalo pertanyaannya borongan. Sekali lagi terima kasih.


Answers:
Selamat atas kehamilannya, semoga lancar persalinannya.

Tidak semua ibu hamil sudah mengeluarkan cairan saat hamil (mungkin ada sebagian ibu yang mengalami). Jadi ini bukanlah tahapan yang harus dialami semua ibu hamil. Cairan ini juga tidak tepat bila dikatakan ASI atau pun kolostrum, karena kolostrum hanya dihasilkan pada menit atau hari-hari pertama kelahiran bayi.

Dahulu memang banyak pendapat, Pijat PD harus dilakukan oleh Bumil untuk melancarkan ASI setelah melahirkan nanti. Saat ini Beberapa Pakar Laktasi tidak lagi menganjurkan hal tersebut, karena penelitian menemukan beberapa Bumil mengalami kontraksi saat melakukan pijat PD. PD cukup dibersihkan, terutama bagian aerolanya karena dari situlah nanti ASI mengucur. Kalaupun mau pijat cukup dengan gerakan lembut saja dan itupun tunggu usia kandungan memasuki usia 39 - 40 minggu. Pijat PD bukanlah keharusan apalagi penentu berhasil tidaknya ASI, termasuk bagi para ibu dengan inferted nipple karena menyusui adalah breastfeeding bukan nipple feeding.

Vitamin buatan untuk siapapun (anak, bumil, buyus, manula) itu sebenarnya tidak diperlukan dan akan jauh lebih baik bila mengkonsumsi langsung dari sumbernya. Ibu Hamil yang kondisinya baik artinya tidak kekurangan gizi mestinya sih tetap ga butuh vitamin buatan. AA dan DHA ada dimakanan juga. jadi konsumsi makanan bergizi udah cukup kok untuk ibu hamil. Namun untuk perencanaan kehamilan yang baik, beberapa bulan sebelum dan awal-awal kehamilan ibu hamil disarankan mengkonsumsi asam folat yang tersedia juga d beberapa sumber makanan antara lain brokoli.

Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus (saluran susu) hingga puting susu pun mengalami sumbatan. Kondisi dimana payudara sudah bengkak, penuh dan payudara secara fisik terlihat mengkilat dan terasa sakit. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini dianjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada bagian payudaranya. Pengurutan payudara sebelum laktasi merupakan salah satu tindakan yang sangat efektif untuk menghindari terjadinya sumbatan pada duktus. Usahakan untuk selalu menyusui dengan posisi dan sikap yang benar. Kesalahan sikap saat menyusui dapat menyebabkan terjadinya sumbatan duktus. Menggunakan penyangga bantal saat menyusui cukup membantu menciptakan posisi menyusui yang lebih baik. Pastikan posisi menyusui yang tepat, rajin produksi ASI, insya Allah akan terhindar dari sumbatan ASI payudara yang akan membuat payudara bengkak. Karena bengkak pada payudara terjadi karena ASI yang telah diproduksi pabriknya dan diletakkan pada gudang ASI menunggu untuk dikonsumsi tidak dikeluarkan. Makanya ditekankan, jangan tunggu payudara terasa penuh baru peras asi atau susui bayi.

Bila mastitis berkelanjutan seringkali diikuti dengan asbes, yang berisi nanah, kondisi ini dikatakan sudah infeksi dan membutuhkan bantuan obat bahkan antibiotik.

Bagaimana bila sudah terlanjur bengkak?
1. tetap susui bayi atau peras asi, karena semakin ga dikeluarkan akan semakin bengkak. Jadi bukan alasan berhenti menyusui ya.. Dari segi kandungannya juga asi masih tetep lebih baik dari sufor, hanya kalau sakit banget ya diperas dan berikan lewat sendok
2. kompres payudara yang bengkak bisa dengan kompres dingin atau hangat, bisa juga cara tradisional dgn daun kol agar otot payudara rileks dan mengurangi rasa sakit pada payudara
3. apabila sudah timbul asbes segeralah ke dokter, bila diresepkan antibiotik, pake level 1 dulu dan aman untuk ibu menyusui
4. nanahnya harus dikeluarkan, bukan dibolongi mungkin hanya dipecahkan, sama seperti bisul (mungkin nanti para dokter bisa lebih detail menjawabnya)

0 comments:

First Kid First

12:50 PM Dewi 0 Comments

O-ow... Godaan itu datang lagi. Ms Keys live in Jakarta!!! Gowd!!! Siapa sih yang gak pengen nonton Alicia Keys??? Tapi tetep, aku gak mau egois. Mending uangnya buat persiapan lahiran, akikah atau pendidikan anak. Apalagi dengan perut segede ini. Sorry Ms Keys, u come not in a right time...

0 comments: