Ibu Hamil Banci Tampil

10:34 AM Dewi 2 Comments

Suatu hal yang langka melihat aku gendut. Bahkan sampe skarang, aku masih suka terkaget-kaget kalo ngaca. "Wow, bener nih kacanya???". Tapi tetep harus confident dong. Apalagi banyak yang bilang aku terlihat lebih seger sekarang ketimbang dulu yang terlalu kurus.

Nah, karena itu kemaren (27 April 2008-6 month pregnant) aku sengajain untuk foto special. Ada yang bareng suami dan ada yang sendiri. Fotonya di Jonas Photo Citraland. Hasilnya? Bagus!!! Bener-bener puas. Tanpa touch up lagi. Senneeennngg... banget liat hasilnya.





2 comments:

Bayi Laki-laki & Makanan Berkalori

1:42 PM Dewi 0 Comments

Di kutip dari Hidayatullah.com, menurut penelitian terkini, makanan berkalori tinggi dan makan pagi yang teratur di saat wanita berusaha untuk hamil mungkin akan meningkatkan peluang untuk memiliki bayi laki-laki.

Kalo ngeliat dari pola makan aku sih kayaknya cocok. Walau belum terbukti 100% karena bayi ku belum lahir, masih diliat via usg. Dari kecil aku gak pernah yang namanya skip sarapan (malah aku pernah bikin tulisan tentang pentingnya sarapan di multiply) dan aku bener-bener penyuka makanan berkalori tinggi karena aku gak pernah khawatir masalah berat badan.

Tapi, apapun jenis kelamin bayi yang diinginkan, perubahan kecil apapun pada pola makan ibu bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang anaknya, jadi penting bagi para ibu untuk mendapat gizi yang cukup ketika berusaha untuk hamil dan saat mengandung.

0 comments:

Godaan Itu Pergi Dengan Sendirinya

11:09 AM Dewi 0 Comments

Buat penggemar musik, tahun 2008 bisa jadi masa-masa indah karena banyaknya konser di gelar di Jakarta.

Tapi buat penggemar musik, yang juga sedang hamil dan mengumpulkan uang sen demi sen untuk biaya pendidikan anak, persalinan, perlengkapan bayi dan lain sebagainya, semua konser-konser itu menyakitkan hati.

Apalagi mengingat harga tiketnya pasti diatas lima ratus ribu. Musti di kali dua, karena kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan nonton sendiri sampai larut malam, harus didampingi suami tercinta. Jumlahnya cukup besar dan mempengaruhi cash flow rumah tangga.

Terakhir nangis darah, waktu duran-duran konser. Emang sih, waktu duran-duran lagi top aku masih kecil banget. Tapi aku sangat familiar dengan lagu-lagunya karena kakak-kakakku. Agak merasa lega karena ada teman senasib sepenanggungan di kantor. Sama-sama fans duran-duran, tapi sayang duitnya. Mending buat beli beras, katanya. Ah... dia aja yang jauh lebih senior dan udah team leader bisa bilang gitu, apalagi aku yang masih kroco.

Gak lama, ada kabar yang lebih menyedihkan lagi. 50 CENT KONSER DI JAKARTA!!! My God!!! Sebagai mantan moderator forum hip hop yang cukup disegani, aku merasa berkewajiban untuk nonton dan bersalah banget kalo gak bisa dateng.

Walo suami ku udah wanti-wanti gak ngasih aku nonton karena too much explicit words yang gak bagus untuk perkembangan bayi, aku tetep gerilya cari-cari kesempatan untuk bisa jadi volunteer di konser tersebut. Biar lagi buncit juga, yang penting bisa ketemu langsung abang Curtis dan ikutan teriak:

"G... G... G... UNIT...!!!"


Beruntung... banget, akhirnya 50 cent batalin konser tanpa alasan yang jelas. Seakan mengerti dilemaku, godaan itu pergi dengan sendirinya. Dan kabarnya Adri Subono, promotor konser, kapok datengin artis hip hop yang suka ngebatalin acara seenaknya. Well... at least godaan-godaan terberat tidak akan datang dalam waktu dekat.

0 comments:

Hellow Guys... Pregnant Woman Here...

10:32 AM Dewi 3 Comments

Orang-orang saling cuek dan gak peduli dengan orang lain udah jadi hal yang biasa di Jakarta. Dulu aku gak pernah ambil pusing, sampai kemaren sore aku ngalamin sendiri.

Pulang kantor, seperti biasa aku jalan sendiri ke komdak dan dari sana naik angkutan umum. Gak lama nunggu, datang bis yang kosong. Aku dengan sabar menunggu giliran naik. Aku gak mau ikut desak-desakan rebutan naik bis karena keadaanku yang lagi hamil. Toh bisnya juga kosong, aku pikir. Pas aku naik bis, ternyata tempat duduk udah penuh terisi. Damn!

Aku browsing dari belakang sampe depan gak ada yang kosong. Dan gak ada satu pun orang yang dengan baik hati mempersilahkan tempat duduknya buat aku, secara aku hamil cukup besar. Padahal yang duduk banyak mas-mas dan mereka malah pura-pura gak liat.

Akhirnya aku duduk diatas mesin bis. Itupun sebenernya udah penuh, tapi aku maksa nyempil untuk duduk walo cuma setengah pantat. Dua laki-laki yang duduk di depan ku cuma melirik dan kemudian buang muka. Pura-pura gak liat.

Untung rumahku gak jauh dari kantor.
Untung jalanan lagi gak macet.

Nak, kalau kamu besar nanti jadilah laki-laki yang lembut dan menghargai perempuan. Tapi tetap jadi laki-laki yang tegas dan punya pendirian untuk memutuskan yang benar dan yang salah agar kamu gak dimanfaatin orang lain - termasuk perempuan.

3 comments:

Open Up Your Kids Heart

10:04 AM Dewi 0 Comments

Aku termasuk orang yang tertutup. Pada teman, keluarga dan orang tua. Susah banget untuk ngungkapin yang aku rasain ke orang lain, terutama orang tua. I don't know why. Dan aku gak mau hal tersebut juga dialami anak ku. Aku ingin anak ku bisa selalu cerita apa aja ke aku, for better or worst.

Minggu lalu, di acara Oprah Show, psikolog Gary Neuman ngebahas dan memberi solusi terhadap ketakutanku.

"Membuka hati" anak kita sendiri pun punya trik khusus. Agar anak mau bercerita dan membagi perasaannya, sebagai orang tua kita harus:

- Ajak bicara anak di saat senggang atau informal.
Gak perlu mengadakan rapat keluarga atau secara khusus memanggil anak untuk membahas sesuatu. Ajak anak bicara saat sarapan bersama, perjalanan ke sekolah, atau bermain.

- Don't be a conversation killer.
Jangan langsung menyalahkan anak atau menghakimi perasaannya.

- Put yourself in their shoes.
Pikirkan dan rasakan apa yang ada di hati anak-anak. Dengan ini kita akan lebih memahami apa yang mereka harapkan dan inginkan.

- Pancing pembicaraan.
Anak-anak sulit untuk memulai pembicaraan. Karena itu kita yang harus memulai pembicaraan. Dengan situasi yang santai dan pertanyaan ringan dari orang tua, anak akan dengan mudah mengeluarkan isi hatinya. Dan begitu si anak bercerita, jangan potong pembicaraannya. Biarkan ia puas mengeluarkan isi hatinya.

- Selalu ada untuk mereka.
selalu dengarkan mereka. Selalu hadir di saat mereka butuh. Ini akan membuat anak-anak nyaman dan percaya untuk membagi kesulitan mereka pada orang tuanya.

0 comments:

More Bout Hypnobirthing

3:04 PM Dewi 2 Comments

Dapet dari e-mail teman. Very useful. Thx ya Jeng.

Ada beberapa cara melakukannya hypnobirthing.

1. Posisi tubuh dibuat senyaman mungkin, dengan duduk atau berbaring telentang atau miring. Jika berbaring, lakukan posisi menyamping ke kiri agar dapat memperbaiki aliran darah ke rahim atau plasenta.

2. Kondisikan seluruh tubuh dalam keadaan relaks. Pejamkan mata dan mulai bernapas dalam-dalam melalui hidung secara perlahan dan teratur. Kendurkan otot-otot seluruh tubuh dan istirahatkan pikiran. Berkonsentrasilah pada niat untuk melakukan relaksasi dan hypnobirthing.

3. Bayangkan dan niatkan proses persalinan yang menyenangkan dan membahagiakan, proses bersalin yang lancar, serta membayangkan bayi mungil yang sehat dan lucu.

4. Setelah kondisi relaks, tanamkan sugesti dan niat positif ke alam bawah sadar. Misalnya, "Aku bisa melahirkan secara alami, lancar dan normal" atau "Bayiku terlahir sehat."

5. Saat hendak selesai, biarkan otot-otot semakin relaks dengan menghirup napas panjang dan buang napas perlahan lewat hidung. Kembali ke kondisi normal dan siap melakukan kegiatan lain atau beristirahat.

6. Pada saat bersalin, tetaplah tenang, bernapaslah secara teratur, selaraskan energi dengan datangnya kontraksi sehingga tenaga tidak terbuang percuma.

2 comments:

Hypnobirthing... Percaya Gak Percaya? Harus Percaya...

2:17 PM Dewi 0 Comments

Apa sih Hypnobirthing itu???
HypnoBirthing merupakan sebuah paradigma baru dalam pengajaran melahirkan secara alami yang melibatkan relaksasi yang mendalam, pola pernapasan lambat dan petunjuk cara melepaskan endorfin dari dalam tubuh (relaksan alami tubuh) yang memungkinkan calon ibu menikmati proses kelahiran yang aman, lembut, cepat dan tanpa proses pembedahan.


Salah satu metode yang paling mudah digunakan adalah banyak mengajak bayi kita berkomunikasi. Karena sebenernya, bayi dalam kandungan bisa mengerti kata batin sang ibu.

Hasil browsing di milis-milis dan artikel kehamilan, banyak ibu yang sukses melahirkan normal walau kondisi kehamilannya sempat mengalami masalah setelah banyak komunikasi dengan bayinya.

Alhamdulillah, walau kehamilanku so far berjalan lancar, tapi aku sempet membuktikan keampuhan hubungan batinku dan bayi di kandunganku (5 bulan). Waktu USG terakhir minggu lalu (120408), dokter sempat kesulitan melihat kelamin bayiku karena tali pusar menutupi monitor. Dalam hati aku ngebatin,
"Ayo nak, kasih tunjuk pak dokter nak. Mami-Papi mau tau kamu cewe atau cowo"

Gak lama, bayi ku bergerak. "Tuh... tuh... bayinya gerak tuh... Nah, itu keliatan jelas testisnya. Cowo bayinya..." Dokter memastikan.

Alhamdulillah, kami (aku dan diet) bahagia banget. Apalagi ukuran dan posisinya normal. Makasih Allah. Semoga kehamilan ku terus berjalan lancar dan bisa melahirkan dengan normal bayi yang sehat dan lengkap tanpa kurang satu apa pun. Amien...

0 comments:

Jamu Penghangat Rumah Tangga

2:13 PM Dewi 0 Comments

Ada yang menarik dari rubrik Psikologi Kompas Minggu 6 April 2008 yang diasuh ibu Leila Ch Budiman. Menarik karena pasti dibutuhin di kehidupan rumah tangga, baik sekarang atau nanti. Sengaja di dokumentasiin untuk dibaca-baca di kemudian hari.

Kemesraan suami istri selalu dapat dihangatkan walaupun pasangan sama-sama sibuk dan minus waktu. Jamu penghangatnya, antara lain:

Jangan menolak pasangan
Pasangan bahagia slalu ingin saling mendekat dan bersama. Penolakan akan sangat menyakitkan. Selelah apa pun, sediakan waktu untuk menemani pasangan.

Perbanyak kebersamaan
Yang mendekatkan hati pasangan adalah kegiatan kecil sehari-hari yang dilakukan bersama. Kebersamaan akan jadi penawar saat badai datang.

Hindari momok perkawinan
Perusak perkawinan adalah kata-kata, sikap dan perbuatan yang kasar.

Cari waktu yang tepat
Mengeluh, curhat dan ngomel tidak dilarang selama dikeluarkan di waktu yang tepat. Pilih waktu yang santai karena saat itu emosi tidak mudah meledak.

Perhatian dan penghargaan
Keduanya adalah kebutuhan pokok perkawinan. Tunjukkan pada pasangan kita menghargainya. Sediakan waktu untuk mendengarkannya. Jangan lupa, paling sedikit satu kali dalam sehari untuk mengatakan sesuatu yang baik dari pasangan secara jujur.

Lihat yang baik dan bersyukur
Biasakan melihat yang baik dan bersyukur. Seringkali yang teringat hanya yang buruk dari pasangan. Ingatlah lagi alasan kita bisa jatuh cinta pada pasangan. Dan bersyukurlah atas semua yang kita miliki. Pasangan yang setia, anak yang sehat, pekerjaan dan masih banyak lagi. Mengingat yang positif akan membuat perasaan jadi lebih tenang, senang dan ingat pada Allah yang telah memberi anugerah. Ini membuat wajah dan hati lebih jernih dan tidak mudah panik bila datang cobaan.

0 comments: