Mengaktifkan Otak Kanan

2:03 PM Dewi 2 Comments

Ditranslasikan dari: http://www.ehow.com/how_5445751_develop-right-brain.html

1. Berlatih meditasi
Menenangkan alam pikiran dengan meditasi akan membuat otak kanan lebih sensitif dalam memproses dan menunjukkan informasi.

2. Alihkan dominasi otak kiri dengan menggambar abstrak.
Menggambar abstrak adalah membuat gambar bebas tanpa menganalisa apa yang hendak digambar. Latihan menggambar abstrak secara rutin adalah cara untuk mengaktifkan dan membangunkan otak kanan. Biasanya solusi dari segala permasalahan akan datang ketika sedang menggambar abstrak.

3. Menulis cerita pendek atau buku harian (atau blog).
Ketika mendeskripsikan pengalaman dengan kata tertulis baik itu nyata atau khayalan, otak kanan yang menggambarkan apa yang terjadi. Semakin banyak cerita yang dituliskan, akan semakin berkembang otak kanan.

4. Latihan penggambaran kreatif.
Penggambaran kreatif adalah ketika kita memilih sebuah gambaran yang kita inginkan dalam pikiran kita. Ada juga yang menggunakan penggambaran kreatif ini untuk memperbaiki keadaan yang dialami, misalnya membayangkan diri mereka bertubuh kurus bila mereka ingin menurunkan berat badan. Apapun itu, kita dapat memilih gambaran apa yang ingin kita visualisasikan.

5. Latihan menulis bebas.
Menulis bebas dengan mengambil secarik kertas, sebatang pensil dan mulailah tulis apapun yang mau ditulis. Jangan pedulikan pemenggalan kata, penulisan huruf besar, tulis saja. Otak kanan akan semakin berkembang ketika melakukan menulis bebas.

Tips:
Seringlah mendengarkan musik ketika bekerja. Otak kanan akan menyala dan menampilkan gambaran yang terkait dengan musik.

Peringatan:
Jika terbiasa menggunakan otak kiri, otak kiri akan mengirimkan sinyal protes ketika mencoba untuk mengaktifkan otak kanan. Penting untuk membatasi penggunaan otak kiri selama beraktivitas dengan otak kanan.

2 comments:

Bayi ASI Anemia

2:59 PM Dewi 0 Comments

Kasian, anaknya my BFF-12 months, divonis anemia. Awalnya karena panas selama 4 hari. Setelah dicek darah, ternyata anemia. HB-nya dibawah delapan. Rupanya demam karena abis imunisasi campak. Jadi demamnya bukan karena penyakit serius.

Si Idut, aku biasa panggil begitu karena anaknya gendut, selama ini ASI eksklusif dan MPASI homemade. Anaknya gak pernah keliatan lemas, pertumbuhan berat badannya bagus (makanya aku panggil idut) dan gak sakit-sakitan. Ngagetin juga HB-nya bisa serendah itu. Setelah divonis anemia, Idut musti di terapi dengan suplemen vitamin zat besi selama kurang lebih 2 bulan. Aku pun berinisiatif cari-cari info via milis sehat dan Gizi_BayiBalita.

Beberapa faktor risiko anemia defisiensi besi pada bayi ASI ekslusif adalah:
- prematur
- berat lahir rendah
- ibu anemia
- ASI kurang

Bayi Asi eksklusif memang lebih rentan kemungkinan anemia daripada sufor. Karena sufor telah diberi tambahan zat besi di dalamnya. Tapi tetap sufor tidak lebih disarankan daripada ASI karena jelas masih banyak keunggulan ASI lainnya dibanding sufor. Walaupun zat besi di ASI lebih rendah daripada sufor, zat besi yang terdapat di ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi ketimbang zat besi artifisial yang ada di ASI. Jadi, tetap ASI lebih unggul.

Penyebab bayi ASI anemia dikarenakan ibu sewaktu hamil kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Jadi bukan ASI yang kurang zat besi, tapi itu bawaan asupan gizi ibu sewaktu hamil. Makanya dianjurkan kita banyak makan makanan yang mengandung zat besi selama hamil dan menyusui. Kopi, teh, coklat dan softdrink bisa mengganggu penyerapan zat besi, karena itu hindari mengkonsumsi satu jam setelah makan makanan yang kaya zat besi.

Disarankan penambahan zat besi lewat MPASI. Beri makanan yang banyak kandungan zat besi seperti beras merah, hati, daging ayam dan yang paling banyak zat besi adalah daging sapi. Sayuran hijau gelap juga sangat tinggi kandungan zat besinya. Contohnya bayam, brokoli, kangkung, sawi hijau (ambil daunnya), dll.

Hanya minum suplemen zat besi dan/atau makan banyak sayuran hijau dan makanan pengandung zat besi saja belum cukup. Agar bisa diserap tubuh dengan baik, zat besi perlu zat gizi lain, yakni vitamin C. Untuk itu, pemberian jus buah kepada bayi juga harus cukup. Setiap kali bangun tidur (pagi/siang/sore), selalu berikan dulu jus buah suhu ruangan. Setelah 15 menit, baru berikan ASI/MP-ASI.

Intinya, tetap lanjutkan ASI, beri MPASI homemade yang kaya zat besi, beri jus buah yang kaya vitamin C dan yang gak kalah penting, ibu menyusui dan ibu hamil wajib makan makanan yang kaya zat besi dan minum jus untuk memberi asupan gizi yang lengkap bagi bayi.

Info lebih lengkap mengenai Bayi, ASI, zat besi dan anemia bisa baca disini:
http://www.kellymom.com/nutrition/vitamins/iron.html

0 comments:

Review: Toy Story 3

7:09 PM Dewi 0 Comments



We love Toy Story...!

Especially Toy Story 3! It's the best Toy Story movie from two movies earlier. They have more drama and action there.

Ceritanya, Andy sudah gede. Sudah 17 tahun dan akan masuk kuliah. Hanya Woody yang akan dibawa Andy ke tempat tinggal barunya. Sementara Buzz, Jessie, Bullseye dan lainnya ditinggal dirumah dan dimasukkan loteng.

Sayangnya Ibu Andy salah ngerti dan membuang Buzz dkk ke tempat sampah. Beruntung mereka berhasil melarikan diri dan masuk ke kotak yang akan dibawa Ibu Andy ke Sunnyside Daycare untuk disumbangkan.

Awalnya Buzz dkk merasa senang di Sunnyside dan mengacuhkan Woody-yang terbawa ke dalam kotak yang dibawa ke Sunnyside- yang mengajak mereka kembali ke rumah Andy. Mereka membayangkan akan bertumu banyak teman dan bermain dengan banyak anak-anak.

Ternyata harapan mereka menjadi mimpi buruk. Diperlakukan kasar oleh anak-anak dan menjadi tawanan mainan lain yang lebih senior.

Apakah mereka berhasil melarikan diri? Mampukan mereka kembali ke rumah Andy?

Must Watch! It's a 5 stars movie!!!

0 comments:

SUPER MOM!!! = Ibu Hemat?

8:22 PM Dewi 2 Comments

Lunch hari ini topik bahasannya seru. Tentang Super Mom yang pernah dibahas di Kick Andy. Super Mom yang dimaksud disini, seorang single mom, pekerjaan serabutan, ditinggal mati oleh suaminya dan musti menghidupi 15 anak. Dan sang ibu sukses membesarkan anak-anak mereka hingga sarjana semua dan beberapa anaknya ada yang menjadi dokter.

Bahasan makin meluas ke keluarga masing-masing. Bener juga lho. Orang tua ku, dua-duanya PNS, bisa sekolahin 5 anak sampe sarjana. Orang tua temen ku lebih hebat lagi, anaknya 10, pekerjaan pengrajin skala kecil di daerah dan semua anaknya bisa jadi sarjana semua juga.

Yang jadi bahasan, kenapa terus kita-kita ini yang masih muda, masih punya karier, kayaknya takut banget punya anak lebih dari dua?

Kalo kata temen ku, DUNIA UDAH BERUBAH!!! Semua sekarang serba mahal...!!! Semua beda dengan yang dulu...

Ada benernya juga sih, dunia emang berubah. Selalu berubah. Tapi yang sekarang kita anggap murah kan, jaman dulu mahal banget. Dan yang sekarang kita anggep mahal, besok-besok bisa jadi kita anggep murah. (inget nilai uang yang selalu berubah)

Kalo aku bilang sih, KITA yang berubah. Lifestyle kita yang udah sedemikian tinggi.

Coba bandingin yuk:
a. Jaman dulu orang gak pake HP hidupnya baik-baik aja tuh. Skarang pembantu aja pake HP. Punya gaji gede dikit langsung pake BB. Padahal dari HP doang minimal kita udah keluarin uang 100 ribu. Kalo pake BB minimal 200 ribu.

b. Waktu kecil dulu, yang namanya pelesir ke mall bisa diitung dengan jari. Paling cuma waktu lebaran atau taun baru. Sekarang hampir tiap hari ada aja keperluan buat pergi ke mall. Kalo gak emaknya yang shopaholic, anaknya yang kecanduan mall. Kalo gak ngaku setiap hari ke mall, oke lah sebulan dua kali pasti pernah ke mall. Padahal sekali ke mall, bisa keluarin duit min 100 ribu. Itu juga udah menderita banget, cuma window shopping dan anaknya makan KFC/McD sementara ibunya cukup ngabisin tulang bekas anaknya.

c. Jam makan siang: makan dimana?? naek apa??? taxi dong... jalan? panas ah... Deket sih, tetep aja pegel, panas, nanti pusing.
Dulu kalo ikut mama ke kantor, dari Thamrin jalan rame-rame ke Sabang buat makan siang. Gak pernah ngerasa pegel karena sambil becandaan. Kenapa sekarang jadi manja banget yah? cuma ke Electronic City yang lokasinya cuma beberapa ratus meter aja pake naek taksi. Sekali naek taksi biasa abis 10 ribu, misalnya pergi bertiga seorang 3 ribuan. Pulang pergi udah 6 ribuan buat ongkos aja lho, belum makannya. Sebulan bisa abis 120 ribu (kali 20 hari kerja) buat taksi aja.

d. Sekolah di negri dulu jadi banggaan banget. Malah kalo masuk swasta rasanya kayak buangan. Sekarang kebalikannya. Most of my friends milih masukin anaknya ke sekolah swasta. Alesannya, ada pendidikan agamanya. Atau, ibu-bapaknya kerja, masak anaknya masuk negri sih? Sigh! Belum tau yah sekarang sekolah negri ada yang statusnya unggulan, rintisan, internasional, dll yang gak kalah dengan swasta. Konyolnya, udah tau resiko masukin anak sekolah mahal (apalagi swasta), tapi masih aja ngeluh mahal. Udah deh, sekolah emang mahal, tapi mau gak mau anak kan musti disekolahin. Stop whining!

e. Baby class. Kalo masuknya 2 juta, setiap bulan 250 ribu, setaun bisa abis lima juta. Padahal kalo dipikir, perlu gak sih baby class?? Beda-beda sih pendapatnya. Kalo ngerasa emang perlu, silahkan ambil. Tapi balik ke poin (d), jangan ngeluh soal biaya, karena kan emang perlu (yang beranggapan perlu).

Nah, akumulasiin deh tuh semua biaya yang bisa dihemat. Seandainya bisa sebulan hemat 500 ribu aja di alokasiin ke reksadana Saham, atau ditabung dulu di Tabungan Rencana Mandiri terus kalo udah setaun cair dibeliin emas, lumayan banget kan buat tabungan kuliah anak. Asal bisa konsisten aja nurunin gaya hidup dan gengsi.

Jadi, setuju gak kalo KITA yang berubah?

2 comments:

Look... What Mama Bought!!!

7:28 PM Dewi 0 Comments

Hey... Hey... look... what Mama bought!!!

TOY STORY MAGAZINE 2nd Edition!!!

Yes, it's a magazine. Not a movie. And to make it more cool... They give us two pins as bonuses. Martyr makin keren kan???





For you to remember, Toys Story series are our favorite cartoon movies. That's why we have them for Martyr first birthday cake last year.

0 comments:

Mengapa Aku Selalu Bersyukur?!

9:16 PM Dewi 0 Comments

Ibu-ibu rumpi di kantor ku menjuluki ku sebagai Mrs Mario Teguh. Alesannya karena, kata mereka, aku selalu aja think positive, bersyukur, and so on, dan sejenisnya. Katanya sih, kalo curhat sama aku jadi gak seru. Hehehe...

Terus terang, kalo dengerin orang curhat bawaannya bikin BT. Apalagi kalo yang curhat temen kantor. Yang gajinya ngepas lah, yang kerjaannya bosenin lah, yang jabatannya gak naek-naek lah. Bawaannya ngeluhhh melulu. Gak laki, gak perempuan. Yang paling ironis yah aku ini, ngeluhin temen yang hobinya mengeluh.

Kalo emang udah kesel banget, sering deh aku sindir-sindir.

Eh, bersyukur loe punya kerjaan. Udah diangkat jadi pegawai tetap, liat tuh banyak yang lebih pinter dan rajin cuma pegawai outsource.

Baru setaun aja udah bilang bosen loe, emang semua kerjaan disini udah bisa elo handle semua? Kalo belom bisa, belom boleh bilang bosen. Belajar dulu yang banyak.


Pada sakit ati gak yah? Semoga sih iya, biar pada introspeksi diri.

Bener lho, sesusah-susahnya kita, masih banyak banget orang yang lebih hebat dan lebih pinter tapi gak dapet kesempatan seperti yang kita punya sekarang.

Temen ku, punya dua degree dari sebuah universitas negeri di Depok. Sarjana Hukum dan Sarjana Ekonomi. Dengan dua degree itu- dari PTN pula, harusnya diatas kertas, gampang dong dapet kerja. Tapi temen ku itu rejekinya cuma pegawai kontrak di sebuah bank swasta.

Tahun lalu, temen ku terkena penyakit TBC. Tingkat akut. Dan karena penyakitnya pula, perusahaan tidak memperpanjang kontraknya lagi. Penyakitnya makin parah, sampai teman ku gak bisa bangun dari tempat tidur (lumpuh). Pengobatan hanya mampu melalui alternatif, karena tidak mampu buat berobat di rumah sakit. Keluarganya memang keluarga tidak mampu. Anak yatim, ibunya sudah tua dan masih punya adik yang harus dibiayai.

Beruntung, teman-teman kampus dan teman-teman SMA-nya mendengar kabar sakit tersebut. Bergotong-royong lah kumpulin uang, ngebantu bikin SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), sampai teman-temannya yang bergelar dokter ikut memantau perkembangan. Alhamdulillah, udah di operasi. Walo keadaannya belum bisa dibilang baik, tapi udah lebih mending ketimbang awal denger cerita temenku itu sakit. Dan hebatnya lagi, temen ku itu selalu punya keinginan untuk sembuh, gak pernah pesimis dan tetap ceria.

Tuh, coba deh bandingin sama kehidupan aku. Aku juga cuma average woman. Waktu kuliah kerjanya pacaran muluk. Kerjaan biasa aja, gaji gak wow banget dan tiap hari jadi bumper-nya bos kalo lagi gak mood.

Tapi alhamdulillah, punya suami yang baik banget, punya anak yg sehat dan cerdas, keluarga masih lengkap, walo gak tajir-tajir banget tapi gak pernah idup susah-susah banget, punya kerjaan tetap, kalo sakit bisa re-imburse ke kantor aku atau suami, ditambah lagi masih ada asuransi (triple re-imburse). Alhamdulillah, alhamdulillah ya Rabb...

See... life isn't that bad!!! Coba deh, itung lagi semua yang patut disyukuri.

UNCOUNTABLE!!!

0 comments:

1st Time To Bandung

7:20 PM Dewi 0 Comments

Martyr emang keren, udah pernah ke Bali, ke Arab, Anyer, puncak, Yogya dan sekitarnya, tapi belum pernah ke Bandung. Gak gaya banget deh yah, secara sekarang cuma 2 jam dari Jakarta, malah udah ada travel Cipaganti di deket rumah kalo males bawa mobil.

Jadi lah kemaren Mama dan Papa ajak Martyr ke Bandung. Pulang-pergi satu hari. Rencana awalnya dateng ke resepsi pernikahan Oom Agah sahabat kantor Mama di daerah Buah Batu. Abis kondangan lanjut ke ITB naek kuda, terus ke Rumah Mode. Di Rumah Mode ketemu sama temennya Barney, Baby Bop dan BJ. Abis dari Rumah Mode lanjut ke Dago dan belanja oleh-oleh kue-kue nan lezat. Hmmm...

Next time musti sempetin nginep ah. Soalnya Martyr girang banget di ajak ke Bandung. Oh ya, Martyr emang slalu girang sih diajak kemana aja. Mama dan Papa juga banyak kenangan banget di Bandung dari jaman kuliah sampe bulan madu. Jadi bisa sekalian nostalgila gitu.



0 comments:

Kenalin nih, Kakak Martyr

11:12 AM Dewi 0 Comments

Martyr udah gak mau dipanggil nama aja. Maunya pake KAKAK! Kakak Martyr.

Iya dong... udah gede... Liat aja nih, minum susu sendiri pake gelas... Udah bukan bayi lagi...

0 comments:

Martyr & Gajah

8:12 AM Dewi 2 Comments



There's something bout Martyr dan gajah.

Dari masih orok sampe sekarang, Martyr hobi banget sama gajah. Hobi naek gajah, liat gambar gajah, nonton tivi yang ada gajahnya, koleksi maenan/patung gajah (gak koleksi sih secara cuma ada beberapa item, tapi untuk maenan gajah gak pernah ada bosennya. Dimaenin terus), termasuk online browsing gambar gajah.

Dan, puncaknya adalah semalem. Tengah malem, jam setengah satu malem, Martyr bangun dan nangis-nangis. Ngejer. Sampe bingung, takutnya sakit atau mau Pup tapi keras. Minta gendong sambil nunjuk-nunjuk jendela.

Gak boleh keluar, udah malem. Di luar gelap.

Mama sampe parno, takutnya Martyr ngeliat sesuatu yang aku dan papa gak bisa liat. Martyr tetep tunjuk-tunjuk jendela.

Oke, ayok, liat ke jendela. Di luar gelap dan sepi jangan keluar yah. Intip ajah.

Nyampe jendela, ternyata Martyr gak tertarik untuk liat keluar. Malah nunjuk-nunjuk laptop yang ada diatas meja di depan jendela, sambil bilang:

Gajah... Gajah...

Oalah nak, bikin bingung aja deh. Begitu laptop dinyalain dan browsing gambar gajah di google baru deh diem. Liat gambar gajah bobo baru deh mau bobo. Itu pun sebelum bobo minta disetelin VCD Thomas. Nonton sendiri sampe ketiduran.

Besok-besok jangan gitu lagi yah sayang. Untung malem minggu, mama-papa gak kerja besokannya. Apa perlu mama-papa piara gajah biar Martyr seneng???

2 comments:

Menu Anak Rentan Alergi

3:46 PM Dewi 0 Comments

Bersyukur banget Martyr gak ada alergi sama sekali. Kasian kalo denger cerita temen yang anaknya alergian. Serba salah mau makan apa-apa. Nah, ada arsip penting di milis Gizi_BayiBalita yang diasuh Wied Harry tentang anak alergi ini. Tku Pak Wied!

Alergi pada dasarnya bersumber pada satu hal, yakni rendahnya sistem imun anak kita. Semakin banyak makanan yang dipantang, berisiko semakin anjlok imunitasnya. Yang perlu diperhatikan dalam menangani bayi/anak alergi adalah:

(1) Usahakan semaksimal mungkin menyiapkan makanan segar dan alami dan *organik*. Alergi seringkali muncul bukan karena zat alami dalam makanan, tetapi karena adanya zat asing dalam bahan makanan, misalnya pestisida dll.
Contoh: bayi/balita yang alergi telur, setelah telurnya diganti dengan yg organik, ternyata alerginya tidak muncul.

(2) Perbanyak makanan pembentuk basa/alkali, yakni beragam buah-buahan segar dan aneka sayur-sayuran segar. Sebab alergi -dan ganggua kesehatan lainnya- biasanya akibat pH darah dan jaringn yang sudah kelewat asam/acid.

0 comments:

Sekolah Yang Mengekang...

10:18 AM Dewi 2 Comments

Kenapa aku tertarik dengan homeschooling?
Pengalaman aku sendiri, terutama waktu SD yang menurut ku mengekang kreatifitas anak dan menutup mulut anak sampai takut untuk bersifat kritis.

Aku mau cerita pengalamanku sendiri waktu SD. Ini gak ngarang, aku emang bener-bener ingat karena aku orangnya agak-agak traumatik... (hehehe... lebay yah)

Dulu ada pertanyaan ulangan:
Sehabis buang air, kita harus....
dan aku jawab CEBOK. (bener kan??? sampe skrg pun aku bilangnya cebok) Dan jawaban aku langsung dicoret merah gede-gede. Waktu terima kertas ulangan aku sempet mikir "waduh... berarti slama ini salah dong kalo abis pipis atau pup pasti cebok."
Ternyata jawabannya adalah BERSUCI...

Pernah juga guru ku nanya:
Anak-anak... PBB singkatan dari apa???
Lalu aku satu-satunya yang angkat tangan...
Persatuan Bangsa-Bangsa ibu....
Ternyata jawabanku belum memuaskan guru...
Salah!!! bukan itu...
Tapi aku tetep kekeuh,
Saya baca dimajalah bobo kemaren itu bu...
Guru malah nyuekin
Ada jawaban lain anak-anak???
Lama gak ada yang jawab
Yg dimaksud guru ku, PBB itu adalah Pelajaran Baris Berbaris...
Oalahhh... padahal jawaban ku gak salah kan??? emang bener kan PBB itu bisa artinya Persatuan Bangsa-Bangsa... Bisa aja kan guru ku bilang
"Jawaban Dewi benar... tapi ada lagi PBB yang berarti lain yang berkaitan dengan kegiatan upacara..."

Dua diatas itu cuma contoh. Masih banyak lagi pengalaman mirip kayak gitu selama aku SD. Untungnya SMP dan SMA aku gak perlu ngalamin hal kayak gitu.

Dan ternyata udah belasan taun berlalu pun masih ada cerita seperti yang aku alami.
Cerita teman, yang ponakannya masih SD dapet pertanyaan ulangan: Siapa kah yang membersihkan tempat tidur??? Dijawab "Pembantu" dan dinilai salah oleh sang guru. Kasian kan???!!!

Tapi aku sendiri masih belum berani untuk nerapin murni homeschooling untuk Martyr nanti. Mungkin Martyr tetap akan sekolah formal mulai TK dan selanjutnya. Karena aku sadar, aku masih harus kerja. Tapi aku janji gak akan ngelepas tanggung jawab pendidikan ke sekolah. Aku akan tetap terlibat. Dan kalo Martyr sampe ngalamin hal yang sama dengan aku (hope not), aku akan bilang "gak ada yang salah dengan jawaban-jawaban kreatif kamu, jangan pernah takut untuk kritis, jangan pernah malas untuk baca dan belajar. mama akan selalu dukung kamu"

2 comments:

Proud To Wear Hijab

9:22 AM Dewi 0 Comments

Alhamdulillah, pulang umrah Maret kemaren aku memutuskan untuk pake jilbab. Temen-temen pada heboh pasti. Pertanyaan yang paling sering di tanyain:

Beneran pake jilbab atau cuma 40 hari pertama nih???
Insya Allah beneran dong. Masak udah 40 hari terus lepas, kalo aku sih malu yah. Doain aja istiqamah.

Emang pulang umrah wajib pake jilbab? Banyak tuh yang pulang umrah biasa aja...
Kalo itu sih, tergantung orang masing-masing dong. Tapi jilbab kan wajib buat muslimah. Alhamdulillah aku udah kepanggil buat ngelaksanain kewajiban itu. Doain Istiqamah yah.

Apa sih yang bikin kepikiran untuk pake jilbab?
Sebelum umrah pun belum kepikiran. Cuma waktu muhasabah ada satu doa yang sangat menyentuh, "Semoga kepulangan umrah kami membawa perubahan dalam hidup dan lingkungan kami. Karena umrah dikatakan mabrur apabila kepulangan kami ke tanah air membuat perubahan yang berarti untuk kami. Dan kami tidak ingin umrah ini hanya sia-sia belaka"

Terus baju-baju eksis loe dikemanain??? tank top, hot pants, mini skirt yang pasti menuhin 80% isi lemari loe???
Kalo tank top dan baju-baju you can see kan masih bisa dipake buat daleman. Yang udah bener-bener gak bisa dipake tapi masih bagus, dilungsurin keponakan semua. Dan mereka excited banget, secara gaya gue kan masih agak ABG. Hahaha. And hey, biar pake jilbab masih bisa gaya kok...

Enough about me, pagi ini surprised banget waktu buka female daily ternyata ada subforum Muslim Outfitters. Lumayan banget untuk referensi gaya setelah hijab style, stylecovered dan GDa's gallery.

0 comments: