Showing posts with label ASI. Show all posts

Martyr di Sapih

Mulai kemaren malem, pas malam takbiran idul adha 2010 Martyr disapih. Usia 2 tahun 3 bulan 8 hari.

Kasian

Gak Tega

Nangis sekenceng-kencengnya.

Udah dibujuk pake kambing juga gak mempan. Jam 10 malem baru tidur, dari biasanya jam 8 udah pules. Tidur setelah 1 jam nangis ngejer dan ditimang-timang.

Papa hampir nyerah. Tapi aku yang selalu ngingetin, "Jadi orang tua harus konsisten." Apalagi Martyr disapih kan atas keputusan dari Papa.

Jam 3 subuh kebangun, minta nenen. Gak dikasih lagi, nangis lagi ngejer setengah jam. Setengah jam sebenernya gak lama yah, tapi Martyr yang biasanya gak pernah nangis kayak gitu rasanya waktu berjalan lama banget. Bobonya setelah kecapekan nangis dan ditimang-timang lagi.

Besoknya pas hari lebaran. Capek maen sama kakak-kakak yang pada kumpul, jam 12 siang minta bobo. Sempet marah karena gak boleh nenen, tapi cuma bentar langsung bisa tidur sendiri.

Dan malem ini!!! Malem kedua Martyr disapih!!! Udah langsung bisa bobo sendiri. Tanpa Nenen. Tanpa ngamuk. Bahkan tanpa minta. ALHAMDULILLAH... Kamu memang anak istimewa sayang. Bener, dari cerita kakak dan baca-baca dimilis, rata-rata baru berhasil di hari ketiga. ALHAMDULILLAH...

Efek laen dari penyapihan ini, nenen mama rasanya bengkak.

Maafin mama yah Kakak. Walau kakak gak nenen mama lagi, mama akan selalu sayang sama kakak, dan selalu ada buat kakak. Love you kakak

Bayi ASI Anemia

Kasian, anaknya my BFF-12 months, divonis anemia. Awalnya karena panas selama 4 hari. Setelah dicek darah, ternyata anemia. HB-nya dibawah delapan. Rupanya demam karena abis imunisasi campak. Jadi demamnya bukan karena penyakit serius.

Si Idut, aku biasa panggil begitu karena anaknya gendut, selama ini ASI eksklusif dan MPASI homemade. Anaknya gak pernah keliatan lemas, pertumbuhan berat badannya bagus (makanya aku panggil idut) dan gak sakit-sakitan. Ngagetin juga HB-nya bisa serendah itu. Setelah divonis anemia, Idut musti di terapi dengan suplemen vitamin zat besi selama kurang lebih 2 bulan. Aku pun berinisiatif cari-cari info via milis sehat dan Gizi_BayiBalita.

Beberapa faktor risiko anemia defisiensi besi pada bayi ASI ekslusif adalah:
- prematur
- berat lahir rendah
- ibu anemia
- ASI kurang

Bayi Asi eksklusif memang lebih rentan kemungkinan anemia daripada sufor. Karena sufor telah diberi tambahan zat besi di dalamnya. Tapi tetap sufor tidak lebih disarankan daripada ASI karena jelas masih banyak keunggulan ASI lainnya dibanding sufor. Walaupun zat besi di ASI lebih rendah daripada sufor, zat besi yang terdapat di ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi ketimbang zat besi artifisial yang ada di ASI. Jadi, tetap ASI lebih unggul.

Penyebab bayi ASI anemia dikarenakan ibu sewaktu hamil kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Jadi bukan ASI yang kurang zat besi, tapi itu bawaan asupan gizi ibu sewaktu hamil. Makanya dianjurkan kita banyak makan makanan yang mengandung zat besi selama hamil dan menyusui. Kopi, teh, coklat dan softdrink bisa mengganggu penyerapan zat besi, karena itu hindari mengkonsumsi satu jam setelah makan makanan yang kaya zat besi.

Disarankan penambahan zat besi lewat MPASI. Beri makanan yang banyak kandungan zat besi seperti beras merah, hati, daging ayam dan yang paling banyak zat besi adalah daging sapi. Sayuran hijau gelap juga sangat tinggi kandungan zat besinya. Contohnya bayam, brokoli, kangkung, sawi hijau (ambil daunnya), dll.

Hanya minum suplemen zat besi dan/atau makan banyak sayuran hijau dan makanan pengandung zat besi saja belum cukup. Agar bisa diserap tubuh dengan baik, zat besi perlu zat gizi lain, yakni vitamin C. Untuk itu, pemberian jus buah kepada bayi juga harus cukup. Setiap kali bangun tidur (pagi/siang/sore), selalu berikan dulu jus buah suhu ruangan. Setelah 15 menit, baru berikan ASI/MP-ASI.

Intinya, tetap lanjutkan ASI, beri MPASI homemade yang kaya zat besi, beri jus buah yang kaya vitamin C dan yang gak kalah penting, ibu menyusui dan ibu hamil wajib makan makanan yang kaya zat besi dan minum jus untuk memberi asupan gizi yang lengkap bagi bayi.

Info lebih lengkap mengenai Bayi, ASI, zat besi dan anemia bisa baca disini:
http://www.kellymom.com/nutrition/vitamins/iron.html

Ayo Diisi Gudang ASI-nya...

Setelah ubek-ubek blog, ternyata ada beberapa comment yang belum terbaca. Yang penting banget buat dibahas pertanyaan soal asi. Maaf karena baru baca comment-nya, jadi baru bisa ngejawab nih.

Pertanyaannya, bgmn cara kita tau apakah PD sdh terisi ASI/belum dan bagaimana mempercepat pengisian gudang ASI yang sudah kosong setelah diisap baby???

Prinsipnya, setelah gudang asi kita diisap oleh bayi/diperah secara otomatis gudang asi akan langsung terisi. Jadi gudang asi akan selalu ter-recharge selama dihisap/diperah/dikosongkan secara kontinu. Istilah kerennya, supply and demand.

Kalo ingin ASI banyak dan cepat terisi kembali caranya:
1. dipersering untuk disusui/diperah
2. banyak makan bergizi, sayur, banyak minum (air putih, susu, kuah sayur, jus, dll)
3. beristirahat/jgn stres

Kalo butuh info soal asi bisa gabung dng support group di milis asiforbaby (asiforbaby-subscribe@yahoogroups.com)

ayyoo mba... pasti bisa kok asi eksklusif... kabarin terus saya yah...

Downline MLM ASI-ku Bertambah...

Cihuy...

Kemaren ke resepsi pernikahan sahabat ku, dan mendengar kabar bahagia. Dua sahabatku yang baru melahirkan-Yulita dan Devita- sedang menjalankan program ASIX. Bangganya. Insya Allah sukses yah sobat. Dijamin bermanfaat, buat bayi, ibu dan keluarga. Target selanjutnya, dua sahabat yang baru hamil. Semoga kehamilannya lancar dan melahirkan bayi yang normal dan sehat. Amin...

Satu lagi downline ASI-ku, kakak ipar. Gak sia-sia juga rajin kirim file tentang ASI yang aku lengkapi dengan intro provokatif. Ya-ya-ya, saya memang ipar yang annoying. Hahaha.

Semoga semua sukses meraih gelar sarjana ASI, bayi-bayinya makin sehat dan ibu makin bahagia. Aminnn...

Sibuk MLM!!!

Selaen kerja dan ngurus anak, aku lagi sibuk MLM nih...

Tapi bukan MLM sembarangan. Kalo mau gabung gak pake modal awal, gak ada barang yang dijual. Tapi hasilnya IBU YANG SEHAT, ANAK YANG SEHAT dan KELUARGA YANG BAHAGIA...

MAU?
TERTARIK?

Dengan ini kuperkenalkan:
MLM ASI


Alhamdulillah udah dapet beberapa downline, dan sekarang downline ku juga udah mulai sibuk presentasi kampanye asi sama orang-orang sekitarnya. Tentang hebatnya ASI, enaknya kasih ASI dan menyenangkannya jadi ibu menyusui. Ada Astrid dan Rheika, temen kantor ku. Ada Ernie, sepupuku. Semoga bola saljunya makin membesar dan terus membesar. Dan nanti generasi muda Indonesia, yang isinya anak-anak kita, bisa lebih sehat, lebih cerdas dan mampu memajukan bangsa. Amien.

Sayangnya, tetangga depan rumahku, yang kuharapkan bisa jadi salah satu downline asi gagal lulus ASIX. Sayang banget. Padahal dari hamil udah aku kasih tau seluk beluk tentang ASI. Tetangga ku itu juga keliatannya tertarik dan awalnya full asi. Menurut perhitunganku, tetangga ku itu bisa lulus ASIX dengan mudah, karena:
- Pekerjaan sebagai guru honorer yang tentunya gak menghabiskan waktu dari pagi sampe malem. Setidaknya, sambil nunggu jeda pelajaran kan bisa mompa untuk stok ketimbang ngobrol-ngobrol. Pengalaman ku sekolah sih, yang namanya guru, apalagi yang gak ada jabatan di sekolah (Kepsek atau wakasek) -tanpa mengurangi rasa hormat buat smua guru tercinta- bisa lah curi-curi waktu buat mompa.
- Tempat mengajar yang cuma selemparan batu dari rumah.

Makanya kecewa banget waktu dia cerita kalo anaknya udah di campur sufor karena alesan pekerjaan. Sedihnya, karena aku dan tetangga aku tuh sering ketemu. Jadi aku ngerasa kecolongan aja gak bisa kasih support atau masukan. Emang sih kalo ketemu paling cuma say hi, karena aku sibuk nyuapin Martyr, dan dia sibuk dgn anaknya sendiri.

Emang yah, di dunia digital ini yang jauh jadi dekat. Yang dekat jadi jauh.


Temen kantor dan sepupu yang sedang cuti melahirkan walau rumahnya jauh, bisa slalu contact dan curhat. Entah lewat sms, telpon, FB, e-mail, YM, milis. Sedang sama tetangga depan rumah, paling ngobrol seperlunya (basa-basi?).
Martyr makan apa?
Nabila lagi di jemur yah?
Belanja apa nih?
Aduh... sayang banget. Masak di komplek yang tingkat kesejahteraannya cukup, tingkat pendidikan lumayan, tapi bayi ASIX-nya cuma Martyr. Besok-besok, kalo ada ibu hamil lagi, gak boleh gagal.

TETAP SEMANGAT!!!

Bayi ASI Bukan Superman

ASI IS THE BEST...

"Coba deh bu, bayi nya kasih ASI, pasti lebih sehat"

"Bayi ku pinter deh... Bayi ASI..."

Kalimat-kalimat diatas TOTALLY TRUE!!! Sudah aku buktikan sendiri. Tapi sayangnya, masih banyak banget orang tua yang terlalu naif yang malah bikin bumerang buat kampanye ASI itu sendiri.

Misalnya,

"Ponakan gue ASI kok sakit-sakitan yah?"

Malah yang lebih ekstrim lagi, kemaren baca sharing seorang ibu di milis yang kira-kira isinya kayak gini:
kenapa ya, daya tahan tubuh anak saya yang pertama yang minumnya asi ditambah formula,lebih bagus dari anak kedua saya yang asi eksklusif? anak saya yang pertama, pertama kali sakit umur 9 bulan sedangkan adiknya umur 4 bulan sudah sakit.


Like we all know, every baby is a gift. They're all different one each other.

Bener, semua orang, semua bayi, itu berbeda satu sama lain. Gak bisa dibandingin satu sama lain. Bahkan anak kembar atau anak yang satu cetakan alias saudara kandung pun berbeda satu sama lain. Dan salah satu perbedaannya di daya tahan tubuh dan kesehatan. Ada yang pada dasarnya emang berdaya tahan kuat, ada juga yang lemah. Sangat gak adil membandingkan satu bayi dengan bayi lain. Bayi ASI vs bayi sufor. Termasuk kita tentu gak suka dibandingin dengan orang lain.

Sebagai orang tua, semua pasti mau kasih yang terbaik untuk bayinya. Dan yang terbaik itu adalah ASI. Pemberian ASI eksklusif sudah terbukti secara ilmiah oleh banyak lembaga penelitian dapat memberikan imunitas secara optimal untuk bayi. Apalagi kita gak tau, tipe seperti apa anak kita? Apakah yang berdaya tahan tubuh kuat atau lemah. Dengan memberi yang terbaik untuk anak, pertumbuhannya akan optimal.

Tapi banyak faktor eksternal yang ikut mempengaruhi kesehatan anak.
- Tertular. Waktu anak pertama masih bayi tidak ada anak lain yang membawa virus penyakit. Anak yang kedua tertular kakaknya yang membawa virus dari sekolah atau teman bermainnya.
- Higienis. Mungkin aja pengasuh anak sulung ibu tersebut lebih rajin dan bersih ketimbang pengasuh anaknya yang kedua.
- Proteksi. Biasanya pada anak pertama, orang tua lebih over protective dan anak kedua lebih santai.
- Cara lahir. Dari yang aku baca dimajalah, anak yang lahir caesar lebih rentan terhadap penyakit ketimbang anak yang dilahirkan normal.
- Musim penyakit. Duh! zaman sekarang penyakit mulai aneh-aneh. Tahun-tahun lalu mana kenal kita sama flu babi. Tapi skarang yang namanya flu babi udah jadi epidemi. Jelas bayi jaman sekarang lebih rentan penyakit ketimbang bayi jaman sekarang, orang tua lah yang berkewajiban beri imunitas secara optimal.

Jadi ASI atau sufor itu pilihan. Karena kita semua tau ASI is the best, kita berilah hak bayi kita yaitu ASI. That's it. Jangan dibanding-bandingkan apalagi di sesali.

Siapa tau aja ponakan temen ku itu kalo dikasih susu kaleng lebih parah lagi sakitnya.
Siapa tau aja anak sulung ibu tersebut kalo dikasih full ASI eksklusif lebih sehat dan baru sakit setelah jauh lebih besar. Dan siapa tau anak yang kedua kalo campur formula lebih mudah sakit lagi, bisa-bisa masih newborn udah sakit. Naudzubillah.

So... Stop Complaining!
Beri yang terbaik untuk anak kita.
ASI, imunisasi, stimulasi, makanan bergizi agar kita gak menyesal kemudian hari. And let Allah do the rest. Allah lillahi ta'ala yang akan memberi dan menjaga kesehatan anak-anak kita. Amin.

Ps. Kalo masih ada yang bandingin kecerdasan anak ASI dng anak sufor, silahkan baca dari atas lagi dan ganti kata kesehatan/daya tahan tubuh dengan kecerdasan.

Peri Gigi... Cepatlah datang...

Martyr udah setaun kok belum tumbuh gigi yah.

Jadi was-was karena anak tetangga yang seumur Martyr dan kemaren-kemaren sama-sama ompong, terakhir ketemu udah tumbuh gigi.

Udah browsing-browsing, kayaknya semua udah dicoba.

Makanan yang kasar. Katanya makanan yang kasar bisa merangsang tumbuh gigi. Sejak 9 bulan, Martyr udah gak mau makan bubur. Maunya nasi. Akhirnya dibikinin nasi lembek, soalnya kalo nasi seperti orang dewasa masih suka keselek. Kasian kan kalo tiga kali setiap hari musti keselek terus. Dikasih nasi kuning, nasi uduk, kacang ijo, roti, mie, dll juga udah bisa. Malah anak tetangga yang baru tumbuh gigi itu belum bisa makan nasi, masih bubur. Dan waktu 17 Agustus kemaren gak bisa makan bubur kacang ijo karena berbutir-butir. Sementara Martyr abis dua gelas.

Konsumsi kalsium. Martyr emang gak minum susu formula atau susu sapi setelah satu tahun. Pernah sih, dicobain susu UHT tapi sedikit aja karena Martyr lebih suka makan. Seringnya UHT ditambahkan buat campuran makanannya kayak puding. Lagian kalsium kan gak cuma dari susu. Bisa dari yoghurt, es krim, brokoli, teri, macem-macem deh dan Martyr suka semua itu. Hampir tiap hari Martyr konsumsi jenis makanan tersebut. Asi juga masih lanjut. Dan dari yang aku pernah baca, komposisi asi akan menyesuaikan kebutuhan bayi mengambil dari cadangan tubuh ibu. Jadi aku yakin asi masih yang paling baik buat Martyr. Kesimpulannya, asupan nutrisi gak ada masalah.

Pertumbuhan Martyr yang lain juga bagus. Berat badan, oke. Sakit, alhamdulillah gak pernah. Motorik bagus dan gak ada yang terlewat, belum bisa jalan tapi sedang titah, rambatan dan pantang semangat belajar jalan terus. Perkembangan otak, mantab banget karena Martyr termasuk bayi yang cerdas (bukan cuma kata mamanya lho, smua tetangga dan sodara juga bilang gitu). Kemampuan bicara juga cepat, Martyr tergolong paling cerewet di antara teman-temannya.

Aku jadi curiga satu faktor. Keturunan. Aku emang udah tanya-tanya ke mertua, tante-tante suami dan kakak ipar, sebagian besar keluarga tumbuh gigi di usia lebih dari setahun. Setidaknya, bisa bikin tenang sedikit. Walo tetep yang namanya was-was masih ada.

Dokter Toto, bilang sih ditunggu aja sampe 14 bulan. Semoga sebelum 14 bulan peri gigi yang baik hati sudah datang.

Ya Allah, jadi kan lah anak hamba Martyr Muhammad Irawan menjadi anak yang sholeh, baik, pintar, cerdas, sehat dan berguna bagi agama. Amin...

Me On Mag

As I told u before, mother and baby publish my breastfeeding story. Read my full breastfeeding story here, coz mother and baby has edited the story.

So here's the pic of the magz (click the pics for more detail).


This is the magz cover. August 2009 edition. Annisa Pohan and her daughter as a model.

The article

hahaha... that's my writing. Can u read the last line, Dewi Asmorowati 28 tahun ibu dari Martyr Muhammad Irawan 10 bulan.

Pengalaman Memberikan ASI

Sejak hamil saya sudah berencana untuk memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama saya. Karena itu saya banyak mencari info tentang asi dan imd baik dari buku, pengalaman teman maupun milis-milis.

Pada saat proses kelahiran sayangnya saya tidak bisa IMD karena kurangnya dukungan dari obgyn dan suster-suster. Tapi itu tidak menyurutkan niat saya, berkali-kali saya ingatkan suster kalau saya ingin rooming in dan asi eksklusif untuk anak saya. Enam jam setelah persalinan sambil belajar untuk bangun dan bergerak, bayi saya dibawa ke ruangan dan mulai rooming in. Langsung saya belajar menyusui bayi saya, Martyr. Sayangnya air susu saya belum keluar. Sedih rasanya.

Dengan berbekal pengetahuan bayi baru lahir punya cadangan air hingga tahan tidak minum selama 3 hari, saya memutuskan untuk tidak memberikan susu formula untuk Martyr. Tentunya keputusan saya ditentang suami dan orang tua, dan berkali-kali saya harus menjelaskan kepada mereka. Saya terus menyusui Martyr dengan harapan air susu saya cepat keluar dan Martyr mendapat kolostrumnya.

Pada hari kedua Martyr kuning, walau bilirubinnya tidak tinggi tapi Martyr harus di bluelight. Dan karena takut dehidrasi Martyr terpaksa diberi susu formula. Dengan terpaksa, suami harus menandatangani surat pernyataan bahwa Martyr akan diberi susu formula. Dan saya terus mewanti-wanti harus dengan sendok karena saya tidak mau Martyr bingung puting.

Alhamdulillah pada hari ketiga ASI saya sudah mulai keluar dan bilirubin Martyr turun di ambang normal. Tepat hari itu kami pulang ke rumah. Senang sekali. Di rumah saya makan sayur sebanyak-banyaknya dan melanjutkan niatan saya untuk ASI eksklusif. Sementara Martyr masih tidur terus.

Hari kelima kami kontrol ke dokter anak, ternyata BB Martyr turun hingga lebih dari 10%. Habis saya dimarahi DSA. Apalagi saya kurus, jadilah saya bulan-bulanan DSA tersebut. Sakit banget hati saya. Pulangnya dengan terpaksa saya memberi susu formula untuk Martyr setiap habis menyusui. Masih dengan sendok. Saya juga mencari info DSA pro asi yang komunikatif.

Hari ketujuh saya ke DSA yang disarankan teman, Dr Toto Wisnu. Alhamdulillah, dokter ini benar-benar pro ASI dan mendukung saya menyusui Martyr. Sejak itu saya full asix hingga 6 bulan dan sampai sekarang Martyr usia 10 bulan.

Usaha yang dilakukan tentunya banyak makan sayur dan buah, makanan bergizi dan banyak minum. Mulai dari sekedar sayur katuk, sayur bayam, sayur asem hingga jus pare saya makan.

Dan karena saya ibu bekerja tentunya musti punya manajemen ASI dan stok stok stok ASI. Di kantor saya memerah 4 kali dan dirumah 2 kali. Alhamdulillah stok ASI saya memenuhi kebutuhan Martyr hingga saat ini.

Manfaat yang saya rasakan, Martyr alhamdulillah sehat dan sangat cerdas. Baik kemampuan motorik maupun sosialnya sangat bagus. Sudah bisa tengkurap pada usia 1,5 bulan dan sekarang sedang merangkak dan belajar jalan. Sudah mulai cerewat, semua ditanya "apa ni..." dan panggil mama, papa, mbak, baba. Buat ibunya juga yang saya baca bisa menghindari kanker payudara dan yang terasa bonding yang kuat dengan Martyr walau tiap hari ditinggal bekerja. Stres juga langsung hilang setiap menyusui Martyr. Dan manfaat untuk ayahnya tidak perlu keluar budget untuk susu dan bisa dialokasikan untuk sekolah Martyr kelak. Karena banyak manfaatnya itu saya ingin menyusui Martyr hingga usia 2 tahun. Untuk melengkapi imunitas dan nutrisi Martyr. Karena ASI adalah investasi yang berharga untuk bayi dan keluarga.

Cerita di atas aku tulis untuk dikirim ke mother and baby

Menu: Bubur Susu (Basic)

Category :Breakfast & Brunch
Style :Soulfood
Special Consideration :Kids (MPASI)

Description:
Bubur susu basic untuk makanan pendamping ASI awal. Tepung beras bisa bikin sendiri atau beli di gasol pertanian organik. Untuk havermut bisa beli oatmeal yang banyak di jual di supermarket. Belinya yang biru, atau quick cook. Jangan yang kemasan merah atau instan. Bubur susu ini nanti bisa dikombinasiin dengan buah atau sayur.

Ingredients:
Tepung beras merah/coklat/kacang ijo/hunkue/havermut

air (untuk tekstur kental setengah gelas)

ASI secukupnya.

Untuk 7 bulan ke atas bisa ditambahkan dengan ceker ayam untuk kaldu.

Directions:
Bayi 6 bulan:
Masak tepung beras/havermut dan air sambil terus di aduk hingga matang. Angkat, tambahkan ASI dan dapat langsung disajikan.

Bayi 7 bulan +:
Masak ceker ayam dengan air hingga menjadi kaldu. Dengan air kaldu ini, masak tepung beras/havermut hingga matang. Angkat, tambahkan ASI dan sajikan. Rasanya akan lebih gurih karena kaldu.

Menu Pelangi - Seri Ayahbunda ( * * * )



Pertama kali liat buku ini, ngebet banget pengen beli. Isinya tentang warna-warni yang terkandung dalam makanan dan berguna bagi pertumbuhan karena mengandung vitamin, nutrisi dan zat penting lainnya. Dari warna-warni ini minimal setiap hari kita musti memakan 5 sampai 7 warna setiap hari.

Merah: bermanfaat sbg antioksidan , vitamin A, vitamin E, dll
contohnya apel, tomat

Jingga: mendongkrak sistem imun, meningkatkan sel darah putih, dll
contoh wortel, pepaya

dll...

Seri ini juga dilengkapi dengan resep makanan mulai dari mpasi 6 bulan sampai 3 tahun.

Bukunya sendiri bagus buat nambah ilmu dan inspirasi bikin menu si kecil. Sayangnya, dari resep yang ada masih banyak menggunakan susu formula, gula dan garam. Cukup bikin bingung juga kalo ada resep yang menggunakan "3 sendok susu formula", secara Martyr cuma kenal ASI. Tapi harusnya bisa aku duga karena sepanjang buku ini penuh dengan iklan susu formula.

Paling disayangkan kalo redaksi ayahbunda gak tau bahwa gak dianjurkan memakai gula dan garam dimakanan anak-anak, terutama bayi. Karena gula dan garam tidak menambah nutrisi apa pun dan hanya akan menambah berat kerja ginjal. Gula akan membuat anak berpotensi diabetes dan garam akan meningkatkan gejala hipertensi pada anak. Semoga akan ada edisi revisi-nya karena tujuan awal dari buku ini cukup bagus.

Martyr First Meal

Wow... udah lama banget gak update yah. Maafkan kemalasan mama yah Martyr. Bukannya gak mau, tapi kalo semua urusan beres bawaannya pengen rebahan terus bobo aja. Males kalo musti mikir, "hmmm nulis apa yah???". Sekalinya ada ide itu pasti di atas bis. Bis P6 lagi, dimana sangat tidak memungkinkan buka HP atau gadget laen.

Anw, dengan sangat bangga aku ingin memperkenalkan seorang sarjana ASI eksklusif yang di wisuda tepat tanggal 8 Februari 2009: Martyr Muhammad Irawan. Martyr meraih gelar kesarjanaan dengan IPK 3.8 karena 4 hari pertama kehidupannya sempat tercampur susu formula (maafkan mama yah sayang...). Alhamdulillah sampai hari ini masih full ASI plus MPASI (makanan pendamping ASI) homemade. Cita-citanya pengen tetep full ASI, no sufor sampe Martyr nanti bisa di support susu UHT.










Untuk makanan pertamanya bubur susu beras merah dan cemilan puree labu siam. Martyr makannya lahap lho. Sesuai instruksi dari buku-buku MPASI yang bilang kalo untuk makan pertama kali harus semi cair, jadi bubur sengaja aku bikin encer. Walo lahap, tapi Martyr makannya kurang pas kayanya. Jadi begitu sorenya dikasih bubur susu yang agak kental, baru deh makin seneng dan lahap. Gak perlu waktu lama udah langsung abis aja makannya.

Cara bikin bubur susunya gampang aja.
1 sdm tepung beras merah dimasak dengan 1/2 gelas air (untuk tekstur kental) hingga matang. Angkat lalu ditambahkan ASI secukupnya.

Untuk puree labu siamnya, labu siam dibersihkan lalu di kukus. Setelah dikukus angkat lalu blender dan ditambahkan ASI.

Hmmm... nyam nyam...

Untuk tepung beras aku beli diGasol Pertanian Organik.

Rumah Sakit Pro IMD di Jakarta

Duh, banyak banget info menarik di milis yang ternyata belum ke publish baik di blog atau di web. Soalnya tiap kali browsing info, terus ternyata adanya di milis, aku gak bisa akses karena gak bisa buka groups di kantor. Menyebalkan sekali bukan?! Nah, semoga info ini bisa membantu buat ibu-ibu yang gak bisa akses milis juga yah.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah membiarkan bayi untuk menyusu pada ibunya sesaat setelah dilahirkan.

Berdasarkan pengalaman dari ibu-ibu di milis asiforbaby yang dirangkum oleh Ibu Mia Sutanto dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, berikut adalah daftar RS/RSIA yang dikabarkan pro-IMD.

RSIA Bunda Menteng
RS. St. Carolus
RS. Pertamina Jaya
RSIA Hermina Podomoro
RSIA Hermina Jatinegara
RSIA. Yadika
RS. Zahira
RSIA Family Pluit
RSIA Tambak - Manggarai
RSUD Koja
RS. Asih
RSB. Harapan Kita
Brawijaya Women and Children Hospital
RS Medika Permata Hijau

Tapi kita tetap harus kroscek ke rumah sakit bersangkutan. Dan perlu diingat, kadangkala rumah sakit memang mendukung IMD, tapi pada akhirnya harus kembali lagi ke DSOG yang akan menangani persalinan kita nanti.

Ada yang mau menambahkan atau berbagi pengalaman soal IMD??? Pls e-mail me!!!