Q&A: Kehamilan, Pijat Payudara, Mastitis & Abses

1:01 PM Dewi 0 Comments

Intro: Gak percuma banget gabung di milis asiforbaby dan sehat. Bisa memuaskan keingintahuan tentang kesehatan, sebelum konsultasi dengan dokter. Bisa jadi smart parent yang rasional dalam penggunaan obat. Di bawah ini, Q yang aku tanyain dan summary dari A yang dijawab dengan sangat memuaskan. Makasih Mom Lutvita, mama Syifa & Faiz, mom Ade N, mom Dian N dan Mom Mia

Questions:
Dear Docs, moms and SPs

Sebelumnya aku ngucapin banyak terima kasih buat semua ilmu yang aku dapet lewat milis ini.

Sekarang aku sedang hamil pertama 35 minggu. Perkiraan dokter, due date melahirkan pada mid august. Sampai saat ini PDku belu mengeluarkan ASI/kolostrum. Padahal PD teman ku sudah mengeluarkan cairan sejak kehamilan 5 bulan. Wajarkah yang aku alami?

Perlukah aku melakukan pijat PD? Aku pernah pijat pd sendiri , tapi kok perut rasanya jadi kencang. Jadi aku segera berhenti pijat karena takut mengalami kontraksi.

Pada usia kehamilan ku, perlukah aku mengkonsumsi Prolacta yang katanya mengandung AA dan DHA. Semua temanku menganjurkan aku untuk minum prolacta, tapi waktu aku konsultasikan ke dsog, beliau sampai sekarang tidak meresepkan prolacta.

Apa sih yang dimaksud dengan mastitis? Apa pula yang dimaksud abses? Kenapa bisa terjadi mastitis dan abses? bagaimana menghindarinya??? dan kalau terjadi, bagaimana mengatasinya? Kakakku dulu pernah mengalami abses pada saat menyusui anak pertamanya hingga pdnya dibolongi oleh dokter untuk mengeluarkan nanahnya. Perlukah tindakan itu? Terus terang dengar cerita kakakku bikin merinding juga. Jadi aku ingin mencari tau lebih banyak agar bisa menghindari peristiwa yang sama.

Maaf kalo pertanyaannya borongan. Sekali lagi terima kasih.


Answers:
Selamat atas kehamilannya, semoga lancar persalinannya.

Tidak semua ibu hamil sudah mengeluarkan cairan saat hamil (mungkin ada sebagian ibu yang mengalami). Jadi ini bukanlah tahapan yang harus dialami semua ibu hamil. Cairan ini juga tidak tepat bila dikatakan ASI atau pun kolostrum, karena kolostrum hanya dihasilkan pada menit atau hari-hari pertama kelahiran bayi.

Dahulu memang banyak pendapat, Pijat PD harus dilakukan oleh Bumil untuk melancarkan ASI setelah melahirkan nanti. Saat ini Beberapa Pakar Laktasi tidak lagi menganjurkan hal tersebut, karena penelitian menemukan beberapa Bumil mengalami kontraksi saat melakukan pijat PD. PD cukup dibersihkan, terutama bagian aerolanya karena dari situlah nanti ASI mengucur. Kalaupun mau pijat cukup dengan gerakan lembut saja dan itupun tunggu usia kandungan memasuki usia 39 - 40 minggu. Pijat PD bukanlah keharusan apalagi penentu berhasil tidaknya ASI, termasuk bagi para ibu dengan inferted nipple karena menyusui adalah breastfeeding bukan nipple feeding.

Vitamin buatan untuk siapapun (anak, bumil, buyus, manula) itu sebenarnya tidak diperlukan dan akan jauh lebih baik bila mengkonsumsi langsung dari sumbernya. Ibu Hamil yang kondisinya baik artinya tidak kekurangan gizi mestinya sih tetap ga butuh vitamin buatan. AA dan DHA ada dimakanan juga. jadi konsumsi makanan bergizi udah cukup kok untuk ibu hamil. Namun untuk perencanaan kehamilan yang baik, beberapa bulan sebelum dan awal-awal kehamilan ibu hamil disarankan mengkonsumsi asam folat yang tersedia juga d beberapa sumber makanan antara lain brokoli.

Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus (saluran susu) hingga puting susu pun mengalami sumbatan. Kondisi dimana payudara sudah bengkak, penuh dan payudara secara fisik terlihat mengkilat dan terasa sakit. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini dianjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada bagian payudaranya. Pengurutan payudara sebelum laktasi merupakan salah satu tindakan yang sangat efektif untuk menghindari terjadinya sumbatan pada duktus. Usahakan untuk selalu menyusui dengan posisi dan sikap yang benar. Kesalahan sikap saat menyusui dapat menyebabkan terjadinya sumbatan duktus. Menggunakan penyangga bantal saat menyusui cukup membantu menciptakan posisi menyusui yang lebih baik. Pastikan posisi menyusui yang tepat, rajin produksi ASI, insya Allah akan terhindar dari sumbatan ASI payudara yang akan membuat payudara bengkak. Karena bengkak pada payudara terjadi karena ASI yang telah diproduksi pabriknya dan diletakkan pada gudang ASI menunggu untuk dikonsumsi tidak dikeluarkan. Makanya ditekankan, jangan tunggu payudara terasa penuh baru peras asi atau susui bayi.

Bila mastitis berkelanjutan seringkali diikuti dengan asbes, yang berisi nanah, kondisi ini dikatakan sudah infeksi dan membutuhkan bantuan obat bahkan antibiotik.

Bagaimana bila sudah terlanjur bengkak?
1. tetap susui bayi atau peras asi, karena semakin ga dikeluarkan akan semakin bengkak. Jadi bukan alasan berhenti menyusui ya.. Dari segi kandungannya juga asi masih tetep lebih baik dari sufor, hanya kalau sakit banget ya diperas dan berikan lewat sendok
2. kompres payudara yang bengkak bisa dengan kompres dingin atau hangat, bisa juga cara tradisional dgn daun kol agar otot payudara rileks dan mengurangi rasa sakit pada payudara
3. apabila sudah timbul asbes segeralah ke dokter, bila diresepkan antibiotik, pake level 1 dulu dan aman untuk ibu menyusui
4. nanahnya harus dikeluarkan, bukan dibolongi mungkin hanya dipecahkan, sama seperti bisul (mungkin nanti para dokter bisa lebih detail menjawabnya)

0 comments: